Bagaimana?

Bagaimana anda mengerti,
kalau terus harus saya yang memahami.

Bagaimana saya memaklumi,
kalau ternyata anda selalu memikirkan diri sendiri.

Membuat anda menjadi terbiasa adalah tantangan saya sendiri.

Apalagi menerima seperti anda, bagi saya ini sangat bebeda.

Tentu, saya masih bersyukur.

Tapi bagaimana nyatanya,
kalau saya bosan dan hasrat saya untuk berharap lebih tetiba menjadi kandas ditengah jalan karena anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar