Selamat Ulang Tahun, Bia!

21 Juli, tanggal lahir saya.
kebanyakan orang menyebutnya "Selamat Ulang Tahun" adalah hal yang pasti selalu ada disertai dengan do'a dan wejangan-wejangan.

21 Juli 2017 ini, tiba pada hari Jum'at, tepat umur saya menjadi 23 tahun.
rasa syukur saya dikarenakan masih diberikan kesempatan untuk bernafas, melihat, merasakan, dan mendengar. Allah maha baik, masih memberi saya sebuah peluang kembali. tambah umur kelak bertambah juga rasa tanggung jawab saya kepada hal apapun.

dipagi hari pada saat saya baru bangun tidur lalu turun kebawah lalu Mama mengucapkan langsung selamat ulang tahun, pengharapan, dan do'a. tak lupa ia selalu mengeluas kepala dan area jidat saya. yap.. saya masih anak bayi mama. tersirat dari mata mama selalu ada do'a yang ia harapkan dari saya.

lalu Ayah saya yang seperti biasa dengan gaya cool-nya mengucapkan selamat ulang tahun dan Adik saya yang malu-malu tapi ingin mengucapkan, haha kenapa malu? karena saya sama dia seringnya berantem dirumah dengan kekonyoloan yang ada.

tak luput juga message dari teman-teman sejawat yang mengucapkan selamat ulang tahun beserta isi-isinya dan ucapan nan selamat langsung dari teman-teman kantor. segalanya saya panjatkan "Aamiin Allahuma Aaamiin dan terima kasih" karena hanya Allah yang dapat membalas semua kebaikan.

pada ulang tahun saya tahun ini, saya masih masuk kerja pulang malam dan ada yang menawarkan diri untuk menjemput saya sepulang dari kantor. kemudian saya iyakan untuk menjemput. saya tau ia sedang kebingungan harus melakukan hal apa diulang tahun saya agar membuat saya senang, padahal dari message dan do'a pun saya sudah cukup senang.

singkat cerita, pada saat saya turun lift lalu berjalan ke arah depan parkiran, dari kejauhan ia memasang sebuah karton dihiasi dengan balon angka dan huruf hahaha lantas saya langsung lari ke hadapnya dengan muka kaget. kemudian ia mengeluarkan bunga dengan wajah polosnya. ngga habis fikir...... ia sampai segitunya, tapi saya senang dan terharu dari perjuangannya ♥

maaf jikalau pada saat itu saya terlihat kaget dan mungkin ia seperti heran kepada saya. entah, saya juga tidak terlalu mengerti, mungkin pada saat itu saya sedang sedikit kelelahan dan mengantuk. tapi saya menikmati dengan cara yang telah ia rencanakan.

foto setelah pulang ke rumah.

flower!

23!

thank you so much! sederhana membuat saya bahagia dan bersyukur.
-
Bia | 23 Juli 2017 | 15:23 WIB

Bakso Cokro!

dari sekian makanan yang pernah saya buat, beli, dan cicipi ternyata beragam dan sangat banyak jika dijabarkan satu-satu disini. untuk kesukaan makanan Indonesia versi saya masih tetap dengan Sate Ayam Bumbu Kacang, Bakso, Pecel Ayam/Pecel Lele, Soto Daging Kuah Santen. wah banyak ya.. tapi suwer! yang barusan saya sebutkan adalah daftar makanan berat yang selalu saya sukai banget.

entah kenapa akhir-akhir ini, sangat mencintai dan ingin makan Bakso terus. seperti biasa topping saya saat memesan Bakso ditempat pada umumnya ialah hanya pakai Sawi dan Mie Putih alias Bihun, ditambah dengan Kuah Kaldu yang sedap! tak lupa Saos, Kecap, Sambal, Merica, dan Garam untuk penyedap yang tada duanya huhu. nikmat nian kuah panas dengan aroma bumbunya. that's why I Love Culinary Indonesia ♥

ohya! sejak kecil memang suka sama Bakso banget sih, dulu pas masih ada Kakek, setiap lebaran kerumah beliau. sore-sore pun pasti ada abang tukang bakso pikul yang asapnya mengepul-ngepul beraroma sedap. ngga heran 1 (satu) porsi aja ngga cukup, selalu nambah. makan bersama-sama sanak saudara.

tak lupa ada 1 (satu) abang tukang bakso langganan dirumah saya siang hari, namanya Bakso Cokro! yang punya orang Jawa, dengan gerobak warna kuning. kenal bakso ini dari jaman saya SMP kelas 8 (Delapan) kalau tidak salah. abang bakso ini istrinya Mba Sri (jualan sayur sekitaran rumah di pagi hari) hahaha kompak banget! soal rasa aaaah enak! bikin kangen! kadang kalau saya lagi nanggur dirumah pasti liat ke arah luar si abang tukang Bakso Cokro udah lewat atau belum. by the way, Bakso Cokro ini lumayan tersohor di daerah rumah saya. hmm.. ngga heran kadang suka lama lewatnya, karena selalu berenti disetiap jalan dari orang yang memanggilnya karena ingin membeli. bahkan kalau ada teman yang main ke rumah siang hari atau sudara min ke rumah di siang hari pasti selalu ditraktir Bakso Cokro ini.

soal rasa oke, harga oke ngga?
ngga perlu diraguin, sekarang harga 1 (satu) porsi per mangkuk hanya Rp 10.000,- bakso besar dan topping lengkap! bisa juga beli setengah porsi, sekitaran Rp 7.000,- hingga Rp 8.000,- kalau dulu sih jaman beliau jualan diawal-awal, masih dengan harga Rp 5.000,- hingga Rp 8.000,-.

ngga heran kecintaan saya sama yang namanya bakso ngga ada abisnya, ngga pernah bosen sama kuliber bakso dimana pun. bersyukurnya Indonesia kaya akan rempah, soal racikan saya akui masih the best! 

Bakso Cokro! Rp 10.000,-

yas!
-
Bia | 23 Juli 2017 | 15:02 WIB

Sampai Jumpa!

kangen sebagai teman ya, ngga berlebihan. kurang lebih udah 10 (sepuluh) tahun kali ya kalau diitung-itung hem.. kadang kangen masa becandanya, bercerita apa saja hingga larut malam. susah, senang, sedih, galau, bahagia selalu ada pada saat itu. bisa minta temenin kemana aja selagi sempet. ngobrolin tentang dulu 'main warnet' haha pergi jauh buat nemenin BM (banyak mau) makan ini, makan itu beli ini, beli itu. main ke rumah buat ketemu orang tua, tapi sampai detik ini saya ngga pernah tau rumah anda dimana. hanya tau daerahnya saja dan hal yang terpenting ialah, saya dan anda kenal pada masa jaman SMP (satu sekolah) tepatnya dikelas 8 (Delapan).

masa-masa yang lagi alay-alaynya, pulang sekolah (SMP) naik angkot, anda gelantungan diangkot. main Warnet bareng ditempat jauh atau dekat ngga jadi masalah. pulang kesorean karena keasyikan main game di Warnet, ada film bagus, nonton bareng. jogging bareng, saya habis diputusin sama pacar, anda menemani dan mendengarkan cerita saya. bahkan sampai online Skype cuma mau mendengarkan kegalauan saya yang saat itu lagi nangis.

SMP bareng, SMA ngga bareng, Kuliah kita bareng, namun beda Fakultas. jarang ketemu. tapi saya ingat betul, pertama kali ketemu.. janjian dikantin umum Kampus. sore-sore pesan Mie Ayam, tapi anda ngga beli makan karena kenyang dan saat itu anda sebenarnya sedang ada urusan di UKM-nya. bahkan ada yang bilang kalau saya sama anda dibilang 'pacaran' oh no.. padahal ngga sama sekali.

sekarang,
saya tau anda kecewa sekali dengan saya, mungkin efek saat saya ngga bisa tepatin janji ke anda, padahal anda sudah menyiapkannya secara matang-matang, namun pada saat itu saya tidak bisa menepati janji karena terlalu sibuk bekerja pada saat itu, nyusun laporan PKL, nyusun proposal skripsian, organisasi, dan masalah keluarga (semuanya datang secara bersamaan). namun, saya tau hal ini sudah diklarifikasi oleh saya dengan anda pada saat itu. tapi entah kenapa, rasanya ada yang mengganjal seperti semuanya berubah.

kali ini,
saya dan anda sudah jauh, ngga seperti dulu. mungkin karena sudah sama-sama dewasa, dan sudah menentukan pilihan terbaik. lagi pula sekarang saya dan anda sudah mempunyai 'kekasih' masing-masing, serta sedang banyak-banyaknya urusan ini itu. ya.. sama-sama menghargai satu sama lain. jadi mari bersikap sewajarnya saja, profesional.

terakhir bertemu anda, pada saat itu di Wisuda saya. anda membawakan sebuah boneka wisuda lalu mengucapkan selamat. saya senang bisa melihat anda lagi, tapi times change. terima kasih telah mewarnai pertemanan dikehidupan saya ya, anda orang baik. lekas dipertemukan nanti, anda sehat selalu dan sukses.

sampai jumpa!


-
Bia | 16 Juli 2017 | 22:10 WIB