5 Oktober 2016; 03.00 WIB

tidak lain tidak bukan,
saya adalah tipikal wanita yang tidak terlalu suka akan banyak bicara.
bukan tipikal wanita yang pandai banyak cerita tentang seseorang.

namun saya memiliki suatu pandangan untuk suatu sisi orang lain.
saya mengamati dengan cara saya sendiri, namun tidak berlebih.

mungkin benar kata pepatah, sabar ada batasnya.
ya, rasa sabar saya hampir saja habis dengan segala sesuatu yang menurut saya tidak penting.
sekali lagi, saya sangat berterima kasih telah menguji kesabaran ini.

saya hanya ingin mengatakan ;
siapapun yang pernah saya kenal, maka izinkan saya untuk berkeluh kesah dikertas elektronik ini. saya hanya ingin meluruskan dan apabila anda pernah beropini tentang saya maka izinkan saya disini untuk beropini untuk anda.

saya hanya ingin meminta maaf kepada orang yang mungkin pernah saya sakiti secara tidak sengaja, maaf saya tidak pernah mau menyakiti hati seseorang, karena saya diajarkan oleh orang tua saya sendiri bagaimana toleransi berjalan dengan cara menghargai sesama.

saya tidak dendam sekali pun kepada orang, walaupun orang itu jahat, saya hanya 'segan'.
mungkin anda boleh mencari tahu tentang saya, namun jangan pernah sesekali mengusik sebuah kehidupan keluarga saya.

Masalah dengan Lelah.

terkadang saya lelah dengan suatu keadaan tertentu,
lelah karena merasa bosan dengan masalah yang terjadi hanya itu-itu saja,
padahal menurut pandangan saya, sebuah masalah itu tidak perlu dipersoalkan dengan luas,
sebab hidup tidak melulu soal masalah dan masalah.

masalah bukan hal yang harus dihindari,
akan tetapi harus dihadapi,
ya saya mengerti memang, namun ada beberapa masalah yang terkadang saya 'lelah' bahkan 'malas' untuk dipersoalkan, karena saya merasa bukan saya yang mencari masalah, tapi masalah tersebut dari orang lain, dan masalah yang mencari saya.

lalu ada apa dengan ini?
saya anggap, sebuah ujian dari Allah & saya yakin Allah memberikan sebuah masalah yang pasti ada jalan keluarnya, karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, asalkan kita berdoa, percaya dan berusaha.

hidup saya tidak luput dari masalah, dari hal kecil dan hal besar,
namun akhir-akhir ini saya akui saya sangat muak dengan beberapa orang yang seolah-olah saya harus turun serta dalam masalah tersebut, yang mereka fikir saya berada diposisi yang salah dari masalah tersebut.

entah apa yang ada difikiran mereka, begitu serunya memandang masalah tersebut tanpa jelas dan tanpa memandang bagaimana saya yang sedang dalam keadaan yang padahal mereka tidak tahu.

mungkin dimata mereka saya masih dalam tipikal yang terlihat santai dan diam,
padahal ketika mereka sedang melakukan sesuatu entah apapun, saya mampu 'mengetahui' dan saya 'mendengar', namun saya jarang menggubris, saya selalu menyimpannya dalam hati, tapi ternyata perasaan saya sangat meluap-luap, ingin rasanya marah kepada beberapa orang, saya mulai lelah dengan apa yang dipersoalkan, saya diam bukan tidak tahu, tapi mereka yang belum begitu mengenal diri saya (mungkin).

lelah apabila terus dijadikan bahan omongan yang semestinya tidak menjadi bahan omongan, andai saja kamu atau mereka mengerti, mungkin hidup kamu akan lebih menarik, dan saya sangat berterima kasih karena saya telah diberi masalah.

kita lihat nanti seberapa jauh masalah menjauh atau seberapa lama masalah akan hilang.

Membangkitkan Memori.

tepat pukul 23:45 mata saya masih terus berhadapan dengan sebuah notebook putih saya.
seperti rutinitas biasa setiap malam apabila saya dirumah, selain mengobrol dengan orang tua saya pasti selalu membuka notebook putih saya, entah hanya sekedar menulis di draf document atau searching.

disaat saya sedang mencari file document dibeberapa database notebook, terlihat ada sebuah folder pindahan dari handphone saya yang lama, ketika dibuka ternyata album voicenote dari orang-orang, namun ada  yang membuat saya melirik disatu file voicenote tepatnya lebih ke record, berisi sebuah suara saya ketika sedang On Air by Phone disebuah Radio Swasta yaitu URBAN RKM (99.9 Fm).

ketika itu saya masih semester 5 (lima) dan sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang masih satu kampus namun beda fakultas dan dia diatas saya (senior). sengaja ketika itu saya memang ingin sekali membuat sebuah lelucon dengan tragedi saya selingkuh, karena saat itu orang yang sedang menjalin hubungan dengan saya sangat begitu cuek seperti tidak sedang menjalin hubungan, karena efek sama-sama sibuk ketika itu.

sedikit flashback namun saya tidak berlarut dengan apa yang saya flashback-an ya, saya hanya mengingat kembali memori ketika itu, betapa rajinnya saya hingga mencoba mengerjai seseorang sampai On Air.

pengalaman untuk saya, ternyata ketika kita mencoba membangkitkan memori yang dulu anda bisa mengintropeksi dengan kejadian yang dahulu. untuk kembali kemungkinan tidak, karna suatu hubungan dengan seseorang bisa juga ditanamkan dengan siasat silaturahmi kok ataupun dipertemuan yang terkadang tidak terduga dari Tuhan.