Berfikir.

masuk ke ruangku,
dan menghela nafas panjang.
diam terpaku diwajahku,
namun pikiranku tidak diam.

tersadar dengan keadaan,
bahwa ada hal yang kupikirkan.
manusia diharapkan menjadi manusia yang berkualitas pada bidangnya masing-masing,
manusia diharapkan menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

tapi ini aku,
aku dengan impianku,
aku dengan khayalku,
aku dengan harapanku,
aku dengan doaku.

pahit manis yang ku rasakan,
aku sebut skenario hidup.
sekarang cobaan terberatku adalah
bahwa ada perasaan besar namun harus dilepaskan.

cukup sulit,
ketika aku harus melepaskan dari apa yang aku rasakan,
ketika aku harus kembali lagi untuk menetralkan semua,
ketika aku harus mengikhlaskan sesuatu yang pergi,
ketika aku harus bersabar dengan hal yang tidak pasti.

tidak hanya sulit,
bahkan bukan sakit fisik,
mungkin sakit yang tidak akan terlihat oleh siapapun yang selalu bersembunyi dibalik senyuman.

aku sebut, sakit dalam batin.
sakit dalam batin,
ketika aku harus merasakan 'no feelings' dengan menghapus semua rasa yang ada dan aku harus kembali dengan diriku sendiri tanpa menyakitkan orang lain.
dan kini,

semua itu pun sedang aku alami,
proses pemulihan untuk diriku,
diriku nanti yang selalu percaya,
percaya akan sebuah niscaya,
kalau semua terjadi karena sebuah alasan.
-
Bia - 31 Juli 2015 | 23:22 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar