apa yang membuat kamu segan menyapa saya?
apa yang membuat kamu malas bercengkrama dengan saya?
apa yang membuat kamu sedih dengan saya?
apa yang membuat kamu marah dengan saya?
ya, kamu berhak. kamu manusia yang mempunyai hati, namun kamu melihat saya tidak.
kamu terbuai dengan keinginan yang ada diego kamu, hingga lupa antara saya dan kamu.
kamu berhak dalam hal papun, mungkin kamu belum mengerti bagaimana saya bersikap.
kamu belum memahami apa yang saya maksud selama ini.
kecewa itu pasti, semua manusia dapat merasakan kecewa.
kali ini saya diam, tak banyak langkah ataupun bicara.
beribu kalimat yang kamu lontarkan, akan tetap saya resapi hanya untuk diri saya sendiri
tidak untuk didebati.
biarkan saya menjadi seorang yang kamu benci
tak usah mengingat segala kebaikan yang pernah ada, karena saya tidak pernah meminta.
nyatanya satu kesalahan merubah segalanya.
saya rasa cukup untuk diketahui.
biarkan kamu berandai dengan segala cara
saya hanya dapat melihat dan berdo'a
setidaknya saya sudah pernah berbuat cara dengan sebaik-baiknya
maaf, saat ini saya terlalu lelah.
biarkan lelah menjadi penasihat
dan semua menjadi obat disaat yang tepat.
biarkan lelah menjadi penasihat
dan semua menjadi obat disaat yang tepat.
-
© B | 3 September 2017 | 00:12 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar