Menikah?

belum lama, saya mendapati dari teman seumuran saya yang akan segera menikah atau yang masih dalam proses dilamar. ditambah menjelang mau lulus kuliah begini kadang ada saja pertanyaan kapan dilamar, kapan nikah, padahal.. perjalanan masih sangat panjang dan masih ada yang harus dibereskan (perbaiki).

lantas dengan saya soal menikah bagaimana?

jujur saya tidak iri ketika teman-teman saya satu per satu ada yang sudah dipinang duluan, yang saya rasakan hanya senang dan mengerti bahwa perjalanan 2 anak manusia akan sempura menuju pelaminan.

mungkin saat ini saya yang sedang asyik mengatur masa depan, bagaimana nasib saya nanti. kalau ditanya ingin menikah diumur berapa dengan sebutan 'angka' saya menjawab: 26 atau 27 tahun saya ingin menikah bila memang jodoh saya direstui dan dikasih oleh Allah (inshaAllah)

"kalau kata teman, perempuan nikahnya tidak boleh diatas umur 25 tahun."

entah percaya atau tidak percaya mengenai hal ini, pasalnya jodoh itu kan ditangan Allah. manusia yang menentukan, Allah yang berencana. namun saya punya alasan tersendiri mengapa saya menargetkan diumur segitu, karena; saya ingin berkarir dahulu, intinya mencukupi kebutuhan saya pribadi dan orang tua, setelahnya saya ingin sekali lanjut S2 (inshaAllah) bila diizinkan dalam kesempatan waktu, lalu saya memperbaiki diri secara step by step supaya lebih siap ke jenjang yang serius, karena saya mengerti menjalin suatu hubungan tidaklah mudah, apalagi yang namanya membangun keluarga pasti akan ada suatu problematika yang ada serta bagaimana kita bisa menjaganya (saling mencintai), itulah yang ingin saya perdalami agar sangat siap. barulah saya menata ke jenjang yang lebih serius dalam ajaran agama saya, yaitu menikah

tapi kalau memang ada jodoh yang pas, saya ingin sekali bisa dibimbing didunia dan diakhirat, karena saya sadar akan kekurangan saya serta saya teringat apa kata Mama apabila mencari seorang suami, lihat apakah ia mencintai Ibunya sendiri atau tidak, apakah ia perduli dengan keluarganya atau tidak, apakah ia bisa menajaga kehormatan seorang perempuan atau tidak, apakah ia dapat membimbing dijalan yang baik atau tidak. 

pada dasarnya, itulah yang harus dicari atau didapati, semoga kelak apa yang saya harapkan bisa menjadi kenyataan siapapun orangnya nanti menjalin bahtera rumah tangga bersama dan saya tidak ingin terburu-buru.
Aamiin.
-
Bia - 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar