akhir 2016 lalu, untuk pertama kalinya dipertemukan.
gayanya yang cool, cuek, simple, seakan segan untuk disapa. melihatnya aja seakan ngga ada hal yang bisa ngebuat gw tertarik. hanya sekedar tau wajah dan namanya aja gw kira cukup pada saat itu. pernah sesekali mau nanya ke dia, terkadang hasrat ini balik lagi ke arah segan.
itu adalah awal pertama kali ngeliat dia. terdengar klasik, tapi gw kira ini cukup asik. ternyata masih ada sosok manusia kaum Adam seperti dia.
gw sama sekali ngga terpesona pas liat dia, bukan berarti gw acuh ngga acuh sih. tapi, pada akhirnya dari waktu ke waktu Tuhan mengakrabkan gw sama dia dalam ruang lingkup pertemanan. sama seperti manusia lainnya dalam istilah pertemanan; main, sharing, ketawa, sedih, senang, sedih, becanda, dan lainnya. (yaela bisa aje)
sedikit demi sedikit akhirnya gw kenal. gw fikir ngga terlalu dalam untuk memasuki inner circle dia. intinya gw udah kenal dan tau siapa dia. mungkin berlaku juga buat dia yang udah ngerasa kenal dan tau siapa gw. pointnya adalah gw sama dia ngga ada arah yang berlebihan.
dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun pada akhirnya segenap rasa yang ngga mungkin menjadi mungkin dan terjadi gitu aja. ngalir seperti air, aneh bertanya-tanya kepada semesta, seperti layaknya orang yang sedang berfikir mendalami rasa "ini apaan sih maksudnya".
mungkin benar, ngga ada hal yang ngga mungkin, terkadang manusia yang berencana namun tetap Tuhan yang berkhendak untuk makhluknya. gw dan dia tak terduga, ternyata menjadi sebuah cipta rasa untuk semesta.
---
layaknya 2 (dua) insan anak manusia yang sedang menjalani sebuah rasa demi menciptakan sebuah hasil yang sedang sama-sama dituju dan berharap semakin menambah rasa agar bisa selamanya dikemudian hari.
gw inget, kerap beberapa kali janjian ketemuan sama dia. entahlah apa yang ngebuat hati sama langkah ini bergerak ke dia. entah pergi ke sebuah tempat yang ingin dituju kemudian duduk bersama saling berhadapan yang dipisahkan oleh sebuah meja ditemani dengan secangkir kopi punnya dia dan segelas es cokelat yang gw pesan. hiks, entahlah gw sangat menikmati kesederhanaan pada saat itu mungkin sampai saat ini. klasik, tapi entah kenapa asik tanpa basa-basi. kemudian bicara dengan apa adanya, menuangkan segala rasa bahkan terheran-heran dengan rasa yang ada, mendeskripsikan tentang baik buruk hingga memikirkan ke depan. bahagianya gw bisa menikmati hal tersebut bersama dia, begitu sederhana. oh iya, ada hal yang menarik; ada moment dimana saat itu gw dengan pede-nya alias for the first time nyoba buat surprise-in cowok yang padahal belum terikat heuheu. jelas surprise-in saat moment ulang tahun dia, dihadiri dengan dengan 2 (dua) kue yang gw beli ditempat ngopi saat itu, lilin yg beli di Alfamart & muka nervous gw. saat itu gw ngerasa aneh kenapa bisa ngelakuin seperti itu, ya.. mungkin saat itu batin hati baru terbuka sedikit demi sedikit. haaaaa.
dan yang jelas, gw tau pada saat itu dia masih bersedia buat nunggu dengan sabar dan gw ngeliat dia yang sangat menghargai sebagaimana gw seorang perempuan.
honestly, gw menyukai dari cara dia berfikir, menarik ketika mendengarkan dia bercerita, tertawa ketika dia mencoba menghibur. satu hal, dia ngga terlalu romantis, tapi gw suka dia apa adanya (loh...)
sekarang, hari demi hari penuh pengharapan dengan do'a, usaha, ikhtiar, yakin dan percaya. kelak yang ingin dicapai akan menjadi nyata dikemudian hari. terima kasih banyak yang selalu menghargai dan memahami segala situasi kondisi yang ada. hadir yang tak terduga namun berkesan penuh makna.
mari memulai dengan Bismillah.
gayanya yang cool, cuek, simple, seakan segan untuk disapa. melihatnya aja seakan ngga ada hal yang bisa ngebuat gw tertarik. hanya sekedar tau wajah dan namanya aja gw kira cukup pada saat itu. pernah sesekali mau nanya ke dia, terkadang hasrat ini balik lagi ke arah segan.
itu adalah awal pertama kali ngeliat dia. terdengar klasik, tapi gw kira ini cukup asik. ternyata masih ada sosok manusia kaum Adam seperti dia.
gw sama sekali ngga terpesona pas liat dia, bukan berarti gw acuh ngga acuh sih. tapi, pada akhirnya dari waktu ke waktu Tuhan mengakrabkan gw sama dia dalam ruang lingkup pertemanan. sama seperti manusia lainnya dalam istilah pertemanan; main, sharing, ketawa, sedih, senang, sedih, becanda, dan lainnya. (yaela bisa aje)
sedikit demi sedikit akhirnya gw kenal. gw fikir ngga terlalu dalam untuk memasuki inner circle dia. intinya gw udah kenal dan tau siapa dia. mungkin berlaku juga buat dia yang udah ngerasa kenal dan tau siapa gw. pointnya adalah gw sama dia ngga ada arah yang berlebihan.
dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun pada akhirnya segenap rasa yang ngga mungkin menjadi mungkin dan terjadi gitu aja. ngalir seperti air, aneh bertanya-tanya kepada semesta, seperti layaknya orang yang sedang berfikir mendalami rasa "ini apaan sih maksudnya".
mungkin benar, ngga ada hal yang ngga mungkin, terkadang manusia yang berencana namun tetap Tuhan yang berkhendak untuk makhluknya. gw dan dia tak terduga, ternyata menjadi sebuah cipta rasa untuk semesta.
---
layaknya 2 (dua) insan anak manusia yang sedang menjalani sebuah rasa demi menciptakan sebuah hasil yang sedang sama-sama dituju dan berharap semakin menambah rasa agar bisa selamanya dikemudian hari.
gw inget, kerap beberapa kali janjian ketemuan sama dia. entahlah apa yang ngebuat hati sama langkah ini bergerak ke dia. entah pergi ke sebuah tempat yang ingin dituju kemudian duduk bersama saling berhadapan yang dipisahkan oleh sebuah meja ditemani dengan secangkir kopi punnya dia dan segelas es cokelat yang gw pesan. hiks, entahlah gw sangat menikmati kesederhanaan pada saat itu mungkin sampai saat ini. klasik, tapi entah kenapa asik tanpa basa-basi. kemudian bicara dengan apa adanya, menuangkan segala rasa bahkan terheran-heran dengan rasa yang ada, mendeskripsikan tentang baik buruk hingga memikirkan ke depan. bahagianya gw bisa menikmati hal tersebut bersama dia, begitu sederhana. oh iya, ada hal yang menarik; ada moment dimana saat itu gw dengan pede-nya alias for the first time nyoba buat surprise-in cowok yang padahal belum terikat heuheu. jelas surprise-in saat moment ulang tahun dia, dihadiri dengan dengan 2 (dua) kue yang gw beli ditempat ngopi saat itu, lilin yg beli di Alfamart & muka nervous gw. saat itu gw ngerasa aneh kenapa bisa ngelakuin seperti itu, ya.. mungkin saat itu batin hati baru terbuka sedikit demi sedikit. haaaaa.
dan yang jelas, gw tau pada saat itu dia masih bersedia buat nunggu dengan sabar dan gw ngeliat dia yang sangat menghargai sebagaimana gw seorang perempuan.
honestly, gw menyukai dari cara dia berfikir, menarik ketika mendengarkan dia bercerita, tertawa ketika dia mencoba menghibur. satu hal, dia ngga terlalu romantis, tapi gw suka dia apa adanya (loh...)
sekarang, hari demi hari penuh pengharapan dengan do'a, usaha, ikhtiar, yakin dan percaya. kelak yang ingin dicapai akan menjadi nyata dikemudian hari. terima kasih banyak yang selalu menghargai dan memahami segala situasi kondisi yang ada. hadir yang tak terduga namun berkesan penuh makna.
mari memulai dengan Bismillah.
-
© B | 9 April 2018 | 01.59 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar